Jl. Pangeran Penghulu No.09 Bejagung Semanding Tuban

  • Home
  • /
  • PENYULUHAN ANTI NARKOBA MA SUNAN BEJAGUNG

PENYULUHAN ANTI NARKOBA MA SUNAN BEJAGUNG

Penyuluhan narkoba adalah sebuah upaya secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki prilaku manusia, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, yakni pada tingkat sebelum seseorang menggunakan narkoba, agar mampu menghindar dari penyalahgunaannya.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda Indonesia dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda adalah generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa. Jika para generasi muda tersebut sudah “dimatikan”, semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf, maka pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sebenarnya bahaya narkoba dan anak turunnya bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya remaja, tapi juga dapat menjangkiti orang dewasa dengan berbagai latar belakang. Akan tetapi akan lebih berbahaya jika “penyakit masyarakat” ini menjangkiti generasi-generasi emas kita tentunya.

Berbekal dari hal tersebut, maka Pondok Pesantren Sunan Bejagung menggandeng Polsek Semanding mengadakan penyuluhan tentang wawasan yang lebih spesifik kepada santri Madrasah Aliyah Sunan Bejagung terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, berupa kegiatan “Penyuluhan Bahaya Narkoba Bagi Pelajar”. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 16 Desember 2019 di Aula Soko Songo Pondok Pesantren Sunan Bejagung.

Sosialisasi Anti Narkoba oleh Polsek Semanding di Pondok Pesantren Sunan Bejagung

Bersama dengan Pak Yudi dan Pak Marno dari Polsek Semanding, mereka mendengarkan apa itu narkoba, dan alasan mengapa dilarang disalahgunakan pengonsmsiannya. Ada 43 Jenis zat psikotropika yang dilarang di Indonesia, diantaranya Ganja, Ekstasi, Sabu-sabu, Karnopen dan lain-lannya. Tidak hanya itu, obat-obatan seperti jenis obat batuk yang disalahgunakan pun dapat tergolong sebagai pelanggaran. Dan akan dibimbing sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kebanyakan pemuda kita, awal mulanya berkawan dengan pecandu, kemudian diiming-imingi dengan zat-zat tersebut secara gratis, jika sudah terjerumus serta kecanduan maka akan seperti perjanjian dengan setan. Tiada habisnya, dan selalu menuntut peningkatan intensitas konsumsinya” Jelas Pak Yudi dalam keterangannya.

Memang, Upaya penyuluhan seperti ini diharapkan efektif menangkal keterjerumusan para siswa/ remaja, khususnya siswa MA Sunan Bejagung pada dunia hitam narkoba. Hal ini karena ditujukan langsung kepada mereka yang belum pernah menggunakan atau yang ingin karena tingkat coba-coba. Jangan sampai karena pergaulan atau hanya karena hati sedang galau maka para siswa MA Sunan Bejagung mencari pelarian pemecahan masalah keliru, seperti prilaku untuk mencari kepuasan sementara melalui penggunaan narkoba.

Sebanyak 74 siswa Putra MA Sunan Bejagung diberikan pengertian tentang bahaya, efek, dan akibat yang ditimbulkan oleh Narkoba, yakni : Bodoh, Gila, dan Mati. Ketiganya adalah pilihan yang tidak dapat terhindarkan. Setelah diputarkan beberapa efek negatif para pengonsumsi narkoba dan nazaknya para pecandu, diharapkan pula mereka dapat mengambil pelajaran, timbul efek anti narkoba, serta terhindar dari terjerumus ke dalam lingkaran setan itu. 

Pesan terakhir dari Beliau berdua adalah jangan melakukan hal-hal yang membahayakan pada Tahun Baru 2020 nanti. Walaupun sebentar lagi masa-masa libur sekolah –bertepatan dengan perayaan tahun baru Masehi–, janganlah diisi dengan perayaan atau pesta yang melanggar hukum maupun norma di masyarakat. Jangan konvoi dengan knalpot brong-brongan, jangan pesta miras, jangan berduaan dengan non mahrom, hindari pergaulan bebas, apalagi pesta narkoba. Isilah pergantian tahun baru masehi dengan kegiatan yang positif, diantaranya dzikir bersama, muhasabah, merenung dan bermunajat kepada Allah SWT. Mari kita bersama-sama berdo’a, semoga pemuda pemuda Indonesia menjadi pemuda yang kuat dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Sesuai tema hari ini: Milenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas.

(CE.Ad)